29 Agustus 2026 - 23:44
Persatuan dan Kebersamaan Menjadi Kebutuhan Utama Dunia Islam Saat Ini

Mamusta Faeq Rostami, Imam Jumat Sanandaj, menegaskan bahwa Islam adalah agama rahmat, persaudaraan, kemuliaan, dan penghormatan terhadap manusia. Ia mengatakan, umat Islam saat ini lebih membutuhkan persatuan, kebersamaan, dan penekanan pada titik-titik kesamaan dibandingkan masa-masa sebelumnya, sementara musuh-musuh Islam justru merasa khawatir terhadap persatuan umat Muslim.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-40 resmi dibuka pada Kamis pagi, 27 Agustus, di Teheran, dengan dihadiri para ulama dan cendekiawan dari dalam dan luar negeri.

Dalam panel kedua acara pembukaan, Mamusta Faeq Rostami, Imam Jumat Sanandaj, menyampaikan pidato setelah mengucapkan selamat atas peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW dan Imam Ja’far Shadiq as.

Imam Jumat Sanandaj itu mengatakan bahwa hari-hari kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan hari kelahiran cahaya, petunjuk, rahmat, dan persatuan. Menurutnya, penyelenggaraan Pekan Persatuan Islam dan konferensi seperti ini merupakan salah satu bentuk nyata persatuan dan kebersamaan di antara umat Muslim.

Menyinggung kedudukan ulama dalam masyarakat Islam, Rostami mengatakan bahwa para ulama di muka bumi ibarat bintang-bintang di langit. Sebagaimana langit dihiasi matahari, bulan, dan bintang, bumi juga dihiasi oleh para ulama, hujan, dan pemimpin yang adil.

Mengutip ayat Al-Qur’an, “Dan Kami tidak mengutus engkau melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam”, ia mengatakan Nabi Muhammad SAW diutus sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia. Rahmat Nabi, menurutnya, mencakup orang-orang beriman, masyarakat miskin, anak yatim, bahkan hewan.

Ia menambahkan bahwa Allah juga menggambarkan Nabi Muhammad SAW sebagai sosok yang sangat peduli dan penuh kasih terhadap manusia.

Rostami menegaskan bahwa Islam adalah agama persaudaraan dan rahmat. Al-Qur’an, lanjutnya, menyebut umat Islam sebagai “ummatan wasathan”, yakni umat yang moderat dan seimbang, serta meminta mereka menempuh jalan moderasi dan menjadi saksi bagi kebenaran.

Karena itu, menurutnya, pertemuan-pertemuan semacam ini harus semakin menekankan pentingnya persatuan dan akhlak Islam, sebab umat Islam hari ini lebih membutuhkan persatuan dan kebersamaan dibandingkan sebelumnya.

Imam Jumat Sanandaj itu juga menyinggung ajaran Nabi Muhammad SAW tentang kesetaraan manusia.

Ia mengatakan bahwa Nabi menegaskan Tuhan seluruh manusia adalah satu dan bapak seluruh manusia juga satu. Tidak ada orang Arab yang lebih utama daripada non-Arab, dan tidak pula non-Arab lebih utama daripada Arab. Tidak seorang manusia pun lebih mulia daripada yang lain kecuali karena ketakwaannya.

Menurutnya, ajaran tersebut menunjukkan bahwa Islam adalah agama persaudaraan dan kemuliaan manusia. Oleh karena itu, umat Islam harus hidup berdampingan dengan penuh kasih dan saling menghormati.

Ia melanjutkan bahwa Nabi Muhammad SAW mengibaratkan orang-orang beriman sebagai satu tubuh, yang saling terhubung dalam kasih sayang, rahmat, dan kepedulian.

Karena itu, menurutnya, tidak seharusnya seorang Muslim bersikap acuh terhadap penderitaan dan persoalan yang dialami Muslim lainnya.

Mamusta Rostami juga menekankan pentingnya martabat manusia dalam Islam. Ia mengatakan bahwa Al-Qur’an menyamakan pembunuhan terhadap satu manusia yang tidak bersalah dengan pembunuhan terhadap seluruh umat manusia. Ajaran ini, menurutnya, menunjukkan tingginya nilai nyawa manusia dan kesuciannya dalam syariat Islam.

Ia menambahkan bahwa umat Islam memiliki banyak titik kesamaan yang dapat menjadi dasar bagi kehidupan bersama.

Menurutnya, terdapat banyak hal yang menghubungkan Muslim satu sama lain. Berdasarkan titik-titik kesamaan itulah umat Islam dapat hidup berdampingan dengan cinta, kasih sayang, sikap saling memaafkan, dan persaudaraan.

Imam Jumat Sanandaj itu mengatakan bahwa musuh-musuh Islam merasa takut terhadap persatuan umat Muslim dan berusaha melemahkan ikatan tersebut.

Karena itu, ia menegaskan bahwa persatuan umat Islam merupakan salah satu kebutuhan paling mendesak dunia Islam saat ini.

Di akhir pidatonya, Rostami kembali menyinggung peran Al-Qur’an dalam membangun kebersamaan umat.

Ia mengatakan bahwa Al-Qur’an mengajak umat Islam kepada persatuan, persaudaraan, dan kebersamaan. Dengan berpegang pada prinsip-prinsip bersama tersebut, umat Islam diharapkan dapat semakin memperkuat persatuan dan solidaritas di antara mereka.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha